Hanya Delapan Kecamatan Miliki Pos Damkar

SANGATTA – Sejauh ini, Unit Damkar yang berada di Kutai Timur hanya memiliki 11 posko di delapan kecamatan dari 18 yang ada. Sehingga, 10 lainnya belum mempunyai dan masih berharap ke kecamatan terdekat.

Seperti diketahui, belum adanya pos tersebut terjadi di Karangan, Rantau Pulung, Teluk Pandan, Long Mesangat, Batu Ampar, Telen, Busang, Kaubun, Kaliorang dan Sandaran.

Hanya delapan kecamatan yang telah memiliki pos damkar untuk saling membantu kecamatan terdekat, seperti Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Sngkulirang, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Muara Wahau dan Kongbeng.

Dikatakan oleh Plt Kepala Damkar Kutim, Sahminan saat ini jumlah pos damkar ada sebanyak 11 pos. Hal ini dirasa kurang untuk menangani bencana kebakaran yang kerap terjadi.

“Sangatta Utara ada tiga pos, Sangatta Selatan satu, dan baru ada di delapan dari 18 kecamatan,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (6/11).

Tidak dipungkiri, dirinya mengaku perlu tambahan di 10 kecamatan lain. Menurutnya, hal ini masih perlu tambahan sekaligus perhatian sarana-prasarana termasuk juga tenaganya.

“Kalau secara teknis lebih baik seperti yang ada saat ini, karena aturan respons time 15 menit dalam memberikan pelayanan kepada yang terkena musibah. Tapi terserah pembuat keputusan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam pemaparan coffee morning, Senin (4/11) lalu, dilaporkan kondisi pos damkar di Kongbeng masih menumpang, armada pun diketahui hanya ada satu unit, sehingga harus dibantu oleh Muara Wahau satu unit dalam mengendalikan si jago merah.

Hal ini merupakan salah satu kendala yang kerap dihadapi. Hal serupa terjadi di Muara Wahau yang masih menumpang. Sehingga tim di lapangan merasa kesulitan, terlebih beberapa pekan lalu kebakaran terus terjadi. Pihaknya mengharapkan adanya penambahan pos dan unit.

“Kalau di Muara Bengkal, kondisi unitnya sudah tidak layak, jika ada kebakaran berani berangkat tapi pulangnya minta tolong ditarik,” tuturnya.

Permasalahan juga terjadi di Kecamatan Teluk Pandan, dimana setiap mendapat laporan, masyarakat lebih bergantung pada Damkar Bontang.

Menanggapi hal itu, Sekda Kutim, Irawansyah mengatakan pemerintah masih berupaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat darurat. Dia juga menginginkan agar setiap kecamatan memiliki posko tersebut, agar memudahkan proses pemadaman jika terjadi kebakaran.

“Kongbeng tingkatkan di pos saja, kalau bisa disatukan dengan Muara Wahau. Apalagi Muara Wahau ada lokasinya sudah. Mudahan 2020 ini sudah bisa ditambahkan, karena anggaran sudah ada dari DAK,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *