Pembangunan Jembatan Tuai Pro Kontra Masyarakat

SANGATTA – Pembangunan jembatan penghubung Sangatta Selatan-Sangatta Utara memantik pro dan kontra di masyarakat. Sebab hal ini dapat menyingkirkan mata pencaharian pengemudi ponton.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengemudi alat transportasi tradisional ponton, yang enggan disebut namanya. Lelaki berusia 31 tahun ini menyebutkan dirinya merasa keberatan dengan pembangunan jembatan yang mulai dilakukan pada bulan lalu tersebut. Terlebih, menurutnya pemerintah tidak melakukan sosialisasi penyediaan lapangan kerja baru.

“Saya bingung, kalau dibangun tiba-tiba, saya harus bekerja dimana setelah ini. Apa pemerintah ada menyediakan pekerjaan buat kami,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (7/11).

Dia mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan saat ini menjadi kendala yang dihadapinya. Terlebih, usia yang telah menginjak kepala tiga dengan pengalaman yang seadanya merupakan pemberat.

“Seandainya ada jaminan kerja tidak apa-apa. Saya ini sudah tua, dari dulu monton saja. Gimana mau cari uang untuk keluarga, tidak ada pengalaman apa-apa,” keluhnya.

Hal lain dilontarkan oleh salah satu warga Sangatta Selatan, Rachma Putri (23). Menurutnya dengan dibangunnya jembatan akan berdampak hal positif dan negatif yang berimbas langsung pada warga Sangatta.

“Dulu waktu masih isu-isunya mau dibangun jembatan, katanya banyak yang gak setuju juga, karena yang kerja di pontonnya kehilangan pendapatan. Ya saya kasihan juga sama mereka,” ungkapnya.

Namun, menurut wanita berhijab ini banyak hal baik jika jembatan itu dibangun, terlebih hal ini merupakan keinginan banyak orang sejak berdirinya Kutim.

“Soalnya jembatan mempermudah akses orang yang pulang-pergi. Kadang itu kita tidak terasa ongkos sekali lewat bayar Rp 2 ribu, bahkan kalau bolak balik bisa sampai Rp 10 ribu. Ini memang cukup merogoh kocek,” terang mahasiswi semester akhir itu.

Selain itu, kawasan jalan Masabang Sangatta Selatan ini merupakan daerah rawan banjir. Sehingga, jika ada jembatan menurutnya akan sangat membantu, terlebih pekerja dan pelajar yang notabenenya terpusat di Sangatta Utara.

“Musim banjir juga susah, kalau masih pakai ponton sering tidak sanggup mesinnya, kadang air tinggi ponton tidak beroperasi. Jadi jika ada jembatan mungkin lebih mudah,” akunya.

Sebelumnya, Camat Sangatta Selatan, Hasdiah menjamin pengusaha ponton akan tetap mendapat dampak positif, karena setelah jembatan rampung akan ada pembinaan. Selain itu, pemilik rumah yang telah diminta pindah mendapat ganti rugi agar dapat memiliki hunian baru.

“Memang kemarin-kemarin masalah pembebasan lahan susah diselesaikan. Namun pemerintah sangat berusaha, sehingga dalam waktu setahun terakhir masyarakat mau melepaskan lahan ini. Pengusaha ponton juga nanti dibina,” tuturnya.

Dia berharap, agar seluruh warga dapat mendukung. Baginya, tanpa ada dukungan dari masyarakat setempat hal ini akan sia-sia. Terlebih potensi Sangatta Selatan untuk dikunjungi di bidang perekonomian sangat besar. Sehingga dengan adanya jembatan bisa memudahkan warga dari kecamatan lain untuk datang.

“Semoga dengan ini bisa membuat Sangatta Selatan lebih berkembang lagi, apalagi pasar kita masih menjadi kawasan ramai. Saya juga minta masyarakat untuk mendukung, seperti keamanan dalam pembangunan,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *