Hari Pertama, Web Pendaftaran CPNS Sulit Diakses

SANGATTA – Menjadi momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat tidak hanya di Kutim, pendaftaran lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi dibuka pada Senin (11/11) mulai pukul 00.11 WITA. Namun hal itu banyak dikeluhkan, karena web yang tersedia sulit diakses.

Pendaftaran yang diakses melalui sscn.bkn.go.id. ini sepertinya eror. Sehingga tidak sedikit tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) yang mengeluhkan hal ini.

Salah satu TK2D Kutim, Rizky Putri mengeluhkan hal itu. Menurutnya ia sampai berjaga tidur hingga larut malam. Demi memudahkan proses pendaftaran. Namun tak kunjung berhasil.

“Saya begadang sampai jam dua malam. Bolak-balik kamar mandi gara-gara banyak minum. Tetap saja tidak bisa mengakses,” katanya saat diwawancarai pada Selasa (12/11).

Hal serupa disampaikan oleh Oci Fitria yang merasakan sulitnya mengakses web pendaftaran. Hal itu diduga karena banyaknya calon peserta yang mengakses akun itu.

“Kalau gitu terus, ya susah kita daftar. Padahal saya sudah bangun subuh dan siapkan berkas,” tuturnya.

Calon pendaftar lain, Fitriyadi mengaku bisa mendaftar sejak pembukaan web malam hari. Hanya saja saat akan memposting hasil swafoto di pagi hari, dirinya kembali merasa kesulitan. Bahkan hingga dua jam, ia tidak dapat mengakses salah satu persyaratan itu.

“Semalam bisa, tidak tahu kenapa pas pagi-pagi buffering lagi. Ya saya tunggu saja, mungkin kebanyakan yang upload,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Rudi Baswen dalam coffee morning Senin (11/11) lalu mengatakan Kutim mengusulkan 2.500 formasi yang diusulkan untuk CPNS 2019.

“Kutim dapat jatah sebanyak 136 yang terdiri dari, 71 formasi tenaga guru, 41 formasi tenaga kesehatan, dan tenaga teknis 24,” terang dia.

Untuk kesehatan dibuka formasi D3, termasuk perawat dan bidan hingga apoteker. Sementara untuk guru dan pelaksana teknis minimal berpendidikan S1. Hal ini sesuai dengan aturan Kementerian Pendayagunaan Negara Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Kami masih memprioritaskan formasi sesuai kebutuhan, seperti guru dan tenaga kesehatan,” ujarnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *