Nyaris Runtuh, Jembatan Bengalon Lumpuhkan Lima Kecamatan

SANGATTA – Miringnya jembatan Sungai Lembang di Kecamatan Bengalon yang telah terjadi lebih dari sepekan, dikeluhan warga yang akan dapat melintas. Fatalnya, penurunan badan jalan tersebut sudah mencapai sekira 23 sentimeter.

Hal ini menjadi permasalahan yang bersifat darurat dan membuat sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Kutim mengadakan hearing dengan camat setempat dan anggota DPRD.

Dalam tuntutan rapat, sekretaris salah satu ormas Bengalon Hardi Yusmul, meminta pemerintah lebih peduli dan tidak memperlambat penanganan. Terlebih hal ini dapat berpotensi memakan korban jiwa.

“Kami melakukan pengamatan sudah dari beberapa bulan. Tapi baru seminggu lalu yang benar-benar terlihat penurunan signifikan. Awalnya cuma tujuh sentimeter sekarang sudah 23 sentimeter,” katanya saat diwawancarai usai rapat pada Senin (18/11).

Tidak hanya itu, terlihat pula tiang PLN yang mulai miring dan menunggu roboh. Status jalan negara, menurutnya menjadi salah satu penghambat perbaikan, padahal sejumlah stakeholder menurutnya telah siap membenahi.

“Kami datang ke DPRD ini untuk mencari tahu siapa yang mau bertanggungjawab. Perusahaan mau memperbaiki, tapi jangan sampai malah jadi masalah baru,” kata dia.

Jembatan sepanjang 25 meter yang telah dibangun sejak 1987 ini menurutnya mampu menampung kendaraan dengan kapasitas 20 ton. Namun karena masalah tersebut, saat ini hanya dapat meloloskan kendaraan dengan berat di bawah 10 ton.

“Kami berupaya mengatur lalu lintas sebisanya. Ini akses satu-satunya untuk menopang lima kecamatan lain. Makanya benar-benar kami urus. Kalau runtuh sekira 40 persen perekonomian akan lumpuh,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Camat Bengalon Suharman menyatakan jembatan ini menghubungkan kecamatan sekitar seperti Sandaran, Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang dan Karangan.

“Hasilnya sore ini PU Provinsi dan PU Kutim akan meninjau ke lapangan. Saya minta semua elemen datang rapat, kita rembukan agar pembangunan bisa cepat selesai,” pintanya.

Kejadian ini menurutnya sudah terpantau sejak Sabtu pekan lalu, saat itu didapati kondisi badan jembatan tidak kokoh lagi. Belum diketahui pasti sebabnya, namun jembatan ini merupakan akses yang biasa digunakan oleh kendaraan perusahaan untuk melintas.

“Di bagian kiri jembatan mulai retak. Saat itu langsung kami gelar mediasi, hasilnya dihearingkan di DPRD. Kami minta PU untuk mengecek kelayakan jalan. Saya himpun perusahaan untuk menyelesaikan itu sambil berkoordinasi dengan balai pelaksanaan jalan nasional (BPJN) wilayah 12,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Kutim, Arfan meminta Camat Bengalon agar membantu memudahkan pembangunan dan penanganan kerusakan jembatan supaya tidak memakan korban. Dirinya juga berharap seluruh elemen dapat ikut bertanggung jawab.

“Saya minta komisi C ketemu BPJN untuk penyelesaian. Hari ini kami berangkatkan mereka ke Balikpapan. Sejauh ini pak camat juga sudah mengambil langkah untuk meninjau dan menyelesaikan kerusakan minggu ini,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *