PT KPC Jadi Penyetor PNBP Terbesar di Indonesia

SANGATTA – PT Kaltim Prima Coal (KPC) mencatatkan peraihan tertinggi, dengan mencapai delapan penghargaan pada ajang Indonesian Mining Award (IMA) 2019. Salah satu penghargaan yang diraih tersebut adalah juara bertahan sebagai perusahaan penyetor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tertinggi mencapai Rp 6,5 Triliun.

Selain sebagai penyetor PNBP tertinggi, KPC juga dinilai sebagai perusahaan batubara dengan belanja terbesar dalam negeri serta terbaik dalam pengelolaan lingkungan.

Penghargaan yang diraih KPC tersebut digelar oleh Indonesian Mining Association (IMA), pada Rabu (20/11), di Hotel Ritz Carlton Pacific Place SCBD, Jakarta. Acara tersebut langsung dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, Wakil Menteri BUMN, Sektretaris Kabinet Pramono Anung hingga sejumlah perusahaan anggota IMA.

Penghargaan IMA tahun 2019, diterima oleh Chief Executive Officer (CEO) KPC Saptari Hoedaja dan Chief Finance Officer (CFO) Ashok Mitra.

Atas penghargaan yang diraih KPC tersebut, General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD) Wawan Setiawan menyampaikan ungkapan terima kasihnya.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh karyawan dan kontraktor. Kami tahu, pencapaian ini diraih berkat kerja keras seluruh karyawan dan kontraktor di lingkungan KPC,” kata Wawan.

Wawan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat sekitar tambang, yang telah mendukung kegiatan operasional perusahaan. “Terimakasih juga kepada pemerintah dan masyarakat sekitar perusahaan. Kami bisa mencapai operasional terbaik berkat dukungan pemerintah dan masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa Indonesia masih membutuhkan batu bara sebagai pembangkit listrik. Meskipun berbagai pihak sudah banyak yang memberikan saran untuk mengurangi penggunaan batu bara.
Jokowi bercerita sempat diingatkan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, agar hati-hati soal pertambangan, khususnya batu bara.

“Disampaikan kepada saya, Presiden Jokowi hati-hati urusan pertambangan. Hati-hati dengan urusan batu bara. Saya pikir, apa lagi ini. Ternyata, beliau mengajak saya agar Indonesia mulai mengurangi penggunaan batu bara untuk pembangkit tenaga listrik. Ternyata arahnya ke sana. Ya, saya jawab, sekarang masih dibutuhkan,” terang orang nomor satu di Indonesia ini.

Selain sebagai perusahaan pembayar PNBP terbesar, KPC juga menjadi pemenang penghargaan kategori perusahaan batu bara dengan pembayaran PNBP terbaik dan pemenang kategori realisasi investasi perusahaan batu bara terbaik berdasarkan RKAB.

Tak hanya itu, KPC juga menyabet penghargaan kategori perusahaan pengguna produk dalam negeri terbaik, pemenang perusahaan pelaksana pemberdayaan masyarakat terbaik hingga pemenang kategori perusahaan swasta penyuplai DMO batu bara dengan persentase tertinggi. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *