Jelang Natal, Polres Kutim Siagakan Personel

SANGATTA – Kepolisian Kutai Timur (Kutim) benar-benar menyiapkan pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Tidak hanya di gereja-gereja, tetapi juga mengantisipasi sejumlah titik.

Pelaksanaan Operasi Lilin Mahakam akan dimulai pada Senin 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020, dengan sasaran pengamanan 37 gereja. Tidak hanya itu, rumah ibadah, tempat wisata dan obyek kerawanan konflik di wilayah hukum Polres Kutim pun menjadi perhatian.

Kapolres Kutim, AKBP Indras Budi Purnomo mengaku telah menyiapkan dan akan mengerahkan 190 personel untuk mengamankan Natal dan tahun baru. Tim ini akan digabung dengan personel dari sejumlah instansi seperti Dishub dan Satpol PP serta Polisi Militer.

“Kami sangat mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Maka dari itu kami turunkan ratusan personel untuk pengamanan,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Dalam pelaksanaannya, Polres Kutim pun menyiapkan tiga pos pengamanan, yakni di lokasi wisata Teluk Lombok Sangatta Selatan dan Kawasn Pantai Kenyamukan Samgatta Utara. Sedangkan pelayanan terpadu berada di Jalan AW Syahranie (ex Jalan Pendidikan) Sangatta Utara.

“Baik jalan raya maupun tempat berlibur disini akan diawasi juga. Karena di tempat seperti itu banyak masyarakat berlibur,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan kali ini disiapkan sematang mungkin. Indras menjabarkan setiap gereja akan dikawal ketat oleh lima sampai enam personel. Hal itu menyesuaikan lokasi gereja.

“Belum lagi ditambah petugas gabungan bisa-bisa setiap gereja sampai 10 orang lebih yang menjaga,” ungkapnya.

Dia pun mengimbauan kepada semua masyarakat yang akan melaksanakan ibadah dan harus meninggalkan rumah harus benar-benar diperhatikan. Seperti kompor dan listrik, harus dipastikan benar-benar aman.

“Jangan langsung ditinggal pergi harus dicek. Kendaraan jika ada ditempat ibadah harus ditata dengan rapi, kunci jangan sampai ditinggal. Kebanyakkan kejahatan pada saat Natal dan tahun baru adalah curanmor dan kemalingan,” tandasnya.

Begitupun pada kaum milenial, laniut dia, jika akan merayakan malam tahun baru diizinkan. Akan tetapi dirinya menegaskan agar perayaan tersebut tidak berkaitan dengan minuman keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *