Tanggal Merah, Pelayanan Wajib Berjalan

SANGATTA – Perayaan Natal 2019, pegawai di lingkungan Pemkab Kutim mendapatkan dua hari jatah libur. Namun, selama masa liburan ini unit kerja yang memberikan pelayanan langsung pada masyarakat diharuskan untuk tetap bekerja. Hal ini berlaku untuk unit pelayanan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, PDAM, dinas lingkungan hidup, pemadam kebakaran, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Permintaan tersebut dilontarkan langsung oleh Bupati Kutim Ismunandar. “Saat hari libur beberapa instansi itu harus tetap siaga, jangan sampai masyarakat butuh, lalu semua pelayanan tutup. Pokoknya warga libur pelayanan tidak boleh libur,” tegasnya dalam rapat rutin coffee morning belum Senin lalu. Terlebih, rumah warga yang sedang libur sangat rawan pada tindak kejahatan. Tidak hanya itu, ia pun mengantisipasi bencana yang kerap berpotensi terjadi saat ditinggal pemiliknya, salah satunya bahaya kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik. “Kita harus antisipasi, banyak rumah yang kosong. Semua instansi tadi jangan lengah,” tandasnya. Hal serupa diminta bupati pada bagian Lingkungan Hidup. Melihat volume sampah yang kerap meningkat saat jadwal liburan, mulai diantisipasi pula oleh orang nomor satu di Kutim ini. Menurutnya, daya beli masyarakat meningkat signifikan saat libur tiba, terlebih adanya perayaan hari besar. “Pengangkut sampah juga harus siaga, karena ini sangat penting untuk kebersihan Kutim. Kalau hari libur, pengangkutannya jangan libur,” pintanya. Sebab, jika sehari sampah dibiarkan menumpuk, maka ruas jalan utama Sangatta terlihat kumuh dan menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini kerap dikomplain oleh warga yang merasa terganggu. “Jangan sampai sampah dibiarkan menumpuk, ini sering terjadi,” ucapnya. Pengelolaan sampah menurutnya harus dikaji. Melihat tumpukkan sampah acap kali terjadi, dirinya mulai memikirkan pembenahan proses pengelolaan. Seperti yang diketahui, kerusakan armada dan unit yang sedikit menjadi alasan penumpukkan sampah di tengah perkotaan Sangatta. “Akan dikaji dulu pengelolaannya, antara dipegang Bumdes atau beli armada baru. Semuanya harus dioptimalkan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *