Banyak Tanggal Merah, TK2D Disoroti

SANGATTA – Banyaknya hari libur yang ditandai dengan tanggal merah di kalender, pada pengujung tahun membuat Pemerintah Kutim mewanti-wanti para Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D). Jika diketahui banyak membolos, maka pegawai tersebut akan diberi sanksi. Hal serupa berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga membolos di hari kerja namun terapit tanggal merah. Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menegaskan pada seluruh pegawai agar tidak membolos, terlebih jika tidak ada alasan yang bersifat darurat. Tak tanggung-tanggung pegawai TK2D yang malas-malasan tidak akan mendapat surat perpanjangan kerja. “Di akhir tahun ini banyak haru libur, saya minta semua pegawai kerja sebagaimana mestinya,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini. Dirinya meminta pada seluruh kepala OPD untuk lebih proaktif memantau kinerja pegawainya. Hal ini menurutnya benar-benar berlaku bagi seluruh staf termasuk ASN, jika didapati malas bekerja dapat disanksi administrasi. “Setiap pimpinan harus mengkrosek seluruh TK2D yang kontrak. Kalau memang malas dipertimbangkan lagi untuk diperpanjang,” tuturnya. Berkaitan dengan kinerja, kata Kasmidi, dirinya kerap memantau perkembangan 7174 TK2D yang ada di Kutim melalui setiap OPD. Bahkan ia pun mengawasi absensi pegawai kontrak yang bekerja di Setkab Kutim. “Saya itu memantau, masa dari 800 orang cuma 150 TK2D yang ikut apel, yang beigini harus dibenahi,” tandasnya. Memng berat lanjutnya untuk menyatakan TK2D malas harus dicoret, tapi menurutnya kualitas kinerja dapat meningkat salah satunya dari dongkrak TK2D. Jika pegawai kontrak malas, maka pekerjaan akan terbengkalai. “Berat memang kalau memberhentikan orang dari pekerjaan. Tapi hanya dirinya sendiri tidak mampu menolong. Kalau bekerja itu harus serius,” pinta orang nomor dua di Kutim. Untuk 2020, menurutnya TK2D akan lebih dipertimbangkan lagi. Terlebih gaji yang disiapkan setiap bulannya mencapai angka miliaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *