Masih Banyak Puskesmas Bangunan Kayu

SANGATTA – Fasilitas kesehatan berupa bangunan Puskesmas di Kutim boleh dikatakan belum seluruhnya dianggap layak, terlebih masih banyak non permanen dan kontruksi bangunan kayu. Bangunan yang notabenenya telah berdiri sejak bertahun-tahun lalu tersebut mulai membutuhkan pembenahan. Seperti yang diketahui, bangunan non permanen sangat berisiko dan rentan terhadap bencana kebakaran. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal menjelaskan dari 21 puskesmas yang ada, hampir 10 diantaranya masih bangunan kayu dan belum tersentuh pembenahan. Tesebar di sejumlah kecamatan seperti Sandaran dan Karangan. “Puskesmas itu akan dibangun di 2020 ini. Anggarannya akan disediakan dari dana alokasi khusus (DAK),” jelasnya saat dikonfirmasi. Puskesmas yang terletak di perkotaan, seperti Sangatta Utara, Teluk Lingga, Teluk Pandan, Rantau Pulung dan Busang pun mengalami nasib yang sama, memiliki bangunan tidak kokoh, namun beruntungnya kondisi bangunan kelima puskesmas ini masih dalam kategori standard. “Bangunan puskemas kayu yang di Teluk Lingga, Teluk Pandan, Rantau Pulung sudah ada desainnya,” kata dia. Pengajuan anggaran telah dilakukan pihaknya sejak jauh hari. Tidak hanya puskesmas, namun APBD pun akan menyasar pembangunan RS Muara Bengkal dan Sepaso Bengalon. “Tinggal pelaksanaanya yang bertahap,” tandasnya. Terlebih, dirinya menargetkan agar seluruh puskesmas di Kutim dapat terakreditasi. Sehingga tidak hanya peningkatan mutu pelayanan, namun segi fasitilas pun harus ditingkatkan. “Dari 21 sudah tuntas secara keseluruhan, tiga lulus utama, dua dasar dan 16 madya. Semoga bisa utama semua,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *