Ratusan TK2D Ikuti Simulasi CPNS

SANGATTA – Dari 136 formasi yang tersedia dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kutim, delapan diantaranya kosong dan tidak diminati. Dijelaskan oleh Kabid Mutasi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim Ancah Misliansyah menuturkan delapan formasi ini harus dikembalikan kembali ke BKN. “Formasi CPNS 2019 tersedia 136 untuk umum, pendaftar ada 2816 orang, 75 persen diantaranya berasal dari TK2D,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (8/1). Adapun formasi yang tersedia yakni tenaga pendidik sebanyak 71,
kesehatan 41 dan teknis 38. Delapan formasi yang tidak dilirik tersebut yakni enam formasi dokter gigi enam, satu formasi dokter anak dan satu formasi dokter umum. Akibatnya hingga sekarang Kutim masih kekurangan dokter. “Memang tidak ada yang mau, padahal standard IPK nya hanya 2,75, tapi namanya tidak ada peminat ya tidak bisa dialihkan ke formasi lain,” ungkapnya. Padahal, tes CPNS digadang-gadang akan dilaksanakan pada awal Februari mendatang. Sesuai peraturan, waktu pelaksanaan tes CPNS akan dimulai pada 27 Januari – 28 Februari 2020. “Kami belum tahu tanggal pastinya, masih menunggu keputusan BKN,” tuturnya. Selain itu, untuk mengantisipasi kesulitan calon PNS menggunakan sistem CAT, BKPP memberikan simulasi untuk memudahkan dan mengedukasi peserta. “Dari 2816 itu hanya 340 yang ikut simulasi, karena sebagian dari mereka sebelumnya pernah ikut tes. Makanya kami tidak mewajibkan mereka sekarang ini,” jelasnya. Di tempat yang sama, Kepala BKN Regional 8, Ramdhani membenarkan belum adanya ketetapan tanggal pelaksanaan CPNS di Kutim. Namun menurut pengajuan yang dilakukannya tidak akan melebihi tenggat waktu yang telah terhimpun dengan batasan 28 Februari mendatang. “Kemungkinan kalau tidak berubah akan dimulai 6 Februari, hanya saja belum pasti karena menunggu keputusan dari DKI Jakarta. Mungkin akan dilaksanakan selama sepekan,” ucapnya. Dia mengaku telah diundang oleh Kutim untuk melaksanakan survey sarana-prasarana sesuai standard yang harus dipenuhi. Menurutnya, Kutim telah mumpuni dan mendapat predikat fasilitas terbaik sementara ini. “Ruangan bagus kemudian kelengkapan komputer juga memenuhi syarat. Untuk wilayah kerja kami yang ada di 31 titik lokasi, kami harus mengatur waktu, karena keterbatasan SDM pun sehingga pelaksanaan tidak bisa serentak,” tandasnya. Dia meminta pada seluruh CPNS agar tidak mudah percaya iming-iming bantuan calo. Terlebih sistem CAT merupakan proses yang mengandalkan komputer dan nilai akan langsung terdeteksi. “Jangan percaya calo, yang mengiming-imingi bantuan kelulusan. Mereka hanya akan lulus dengan bantuan diri sendiri,” imbaunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *