Lokalisasi Tutup, HIV Susah Dideteksi

SANGATTA – Kawasan lokalisasi Kampung Kajang di Kecamatan Sangatta Selatan telah lama ditutup, namun hal ini menjadi PR yang menyulitkan Dinas Kesehatan Kutim dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal mengatakan pada 2019, pihaknya memeriksa 20 ribu orang, dalam tes tersebut didapati 118 kasus pengidap HIV/AIDS yang tersebar di beberapa kecamatan. “Dari 20 ribu orang itu kami menemukan 118 kasus per 2019,” katanya saat diwawancarai pada Rabu (8/1). Tidak hanya itu, Bahrani pun memeriksa wanita asusila, dengan sistem adalah voluntary counselling and testing (VCT) atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS). “Kami mencoba mendorong wanita penghibur dan pelanggannya untuk mengikuti konseling lalu tes, supaya bisa terdeteksi,” kata dia. Senada, Pengelola Program HIV Dinkes Kutim, Rika membenarkan sulitnya mencari pekerja seks komersial (PSK) yang penyebarannya sulit dijangkau. Hal ini sebabkan oleh ditutupnya lokalisasi tertua Kampung Kajang. “Kalau kita cari PSK di rumah bordil susah karena memang sudah ditutup, sehingga kami harus cari di tempat hiburan malam (THM),” terangnya. Namun ia mengaku kesulitan, apalagi lanjut dia lokasi THM sama dengan kafe remang-remang. Seperti yang terjadi di Kecamatan Muara Wahau, diketahui di Kutim kecamatan ini merupakan pemilik tempat hiburan terbanyak. “Susahnya itu THM tidak di satu tempat saja, seperti Jalan Poros Sangatta-Bengalon. Itu banyak berjajar, apalagi kalau lampunya kerlap-kerlip, patut diantisipasi itu,” ungkapnya. Meskipun Muara Wahau mencatat pemilik THM terbanyak, tetapi Sangatta Utara masih menduduki posisi pertama dengan kasus terbanyak. Dengan itu dirinya fokus untuk mendorong perempuan pekerja seks ini agar mau memeriksakan sejak dini. “Inilah cara kami, mencoba mendorong mereka mengikuti VCT. Kami arahkan mereka agar sukarela. Karena kalau nunggu insiatif mereka rasanya belum ada kesadaran,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *