Pedagang Diimbau Berjualan Dalam Pasar

SANGATTA – Kesulitan memantau pedagang tidak berizin menjadi PR bagi Kutim. Meminta bantuan Satpol PP merupakan salah satu alternatif untuk mengurai padatnya lalu lintas akibat pedagang yang berjualan di sembarangan tempat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kutim, M. Zaini membenarkan di ruas Jalan Utama Sangatta Utara kerap ditemui pedagang liar yang enggan berjualan di lapak dalam pasar. Padahal pihaknya telah menyediakan banyak tempat. Tak ayal, pedagang ini pun kerap menjajakan barangnya di luar pagar pasar. Akibatnya, seluruh pedagang resmi merasa tersaingi dan merugi. “Kalau ada pedagang di luar, pembeli tidak mau masuk ke dalam pasar. Apalagi kalau di luar harganya lebih murah,” kata dia. Zaini menegaskan persaingan dagang tidak sehat terpantau jelas di kalangan pedagang ayam. Apalagi, lanjutnya pedagang di luar area PIS bisa menjual ayam seharga Rp 30.000 per kilogram, padahal di pedagang pasar induk, menjual ayam dengan kisaran harga Rp 40.000 per kilogram. “Kalau bisa nanti kami coba samakan harga. Kami agak susah memonitor, padahal sudah lapor ke provinsi. Susahnya karena barang mereka masuk dari Banjarmasin dan Berau,” jelasnya. Kalau untuk pengamanan ungkap Zaini, pihaknya akan meminta bantuan Satpol PP supaya lebih tertib. Jika perlu, ujarnya akan dibuatkan aturan supaya daya beli masyarakat di pasar bisa meningkat. “Kalau perlu ada nanti kami coba ajukan Perbup,” tuturnya. Senada, Bupati Kutim Ismunandar menegaskan larangan bagi masyarakat yang berdagang di jalur hijau maupun di fasilitas umum. Dirinya meminta pengawalan lebih diperketat agar pasar tradisional yang telah disediakan dapat digunakan semaksimal mungkin. “Coba dilihat, Satpol PP juga harus tertibtkan pedagang yang di jalur hijau dan pengkolan, jangan sampai mengganggu lalu lintas,” tandasnya. Dia mengimbau pada dinas terkait serta pengurus UPT pasar bisa lebih proaktif untuk membuat Pasar Induk Sangatta supaya lebih ramai dikunjungi masyarakat. “Kita harus berupaya dengan cara lain, misalnya bikin spanduk imbauan pada masyarkat, bahwa produk pasar tradisional itu terjamin kualitasanya,” ujar mantan Kadis PU ini. Dia mengaku kerap mendapat laporan banyaknya pedagang buah yang berjualan di atas trotoar. Hal ini juga menurutnya menjadi perhatian, penyalahgunaan fasilitas menurutnya wajib dinenahi. “Disini kan ada asosiasi pedagang buah, coba lihat ajak kerjasama, diberi sosialisasi supaya jualannya lebih tertib,” pintanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *