Tiga Rumah dan Satu Bengkel Ludes Terbakar

SANGATTA – Si jago merah melahap tiga rumah dan satu bengkel sepeda motor di Jalan Margo Santoso 2, RT 18 Kecamatan Sangatta Utara pada Senin (13/1) sekira pukul 10.50 Wita. Dalam kejadian itu, tidak hanya kediaman penduduk yang lebur menjadi abu, namun seluruh barang berharga hingga dua kendaraan bermotor tidak sempat diselamatkan. Bahkan warung makan dan toko roti di sekitar lokasi kejadian terkena dampak kobaran api.
Dani, salah satu saksi, mengatakan dirinya melihat api pertama kali saat keluar dari salah satu toko franchise. Menurutnya si jago merah berasal dari rumah yang lokasinya tepat berada di belakang bengkel. “Saya keluar toko melihat api mulai membumbung tinggi. Saya mau membantu bingung harus ngapain, jadi saya teriak aja tadi,” ungkapnya saat ditemui di tempat kejadian. Atas upaya memanggil tersebut, sejumlah warga sekitar bergegas membantu melakukan pemadaman api dengan alat seadanya. Naas, bukannya padam, api malah semakin membesar dan merambat ke rumah-rumah sebelah. “Rumah yang saya lihat pertama berasap itu yang posisinya ditengah, makanya cepat sekali merambat. Tidak sampai lima menit api sudah tinggi sekali kena ke dua rumah kanan-kiri dan satu bengkel di depannya,” jelasnya. Menurut data yang dihimpun Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Samodra, membeberkan kronologi kebakaran yang bermula dari seorang warga bernama Sriwanto (44), saat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari rumah Kholil (65). Ketiga rumah non permanen tersebut diketahui milik Kholil (65) yang sempat berteriak meminta tolong, kemudian merambat ke kediaman Tri Junianto (33) dan rumah milik Yulianti (37). “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta,” tuturnya. Untuk itu, pihak berwajib langsung melakukan olah dan telah mengamankan TKP dengan memasang garis polisi, serta membantu mengamankan barang-barang milik warga dan mengatur arus lalu lintas, bahkan memeriksa saksi-saksi sekaligus tengah mendata korban. Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutim, Nurjaen bersama petugas damkar menuturkan bahwa titik api diduga berasal dari salah satu ruangan di dalam rumah yang diakibatkan oleh korsleting listrik. Usai mendapat laporan warga, dirinya langsung menerjunkan sekira tujuh unit mobil pemadam kebakaran, yakni tiga unit damkar pos Pendidikan, dua unit Damkar Sangatta Utara, satu unit Sangatta Selatan dan satu unit pompa pemadaman. “Saya harap warga yang lain dapat lebih waspada,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *