Kejari Kutim Wujudkan WBK dan WBBM

SANGATTA – Menuju zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim meningkatkan pelayanan dan membuat transparansi anggaran. Termasuk menerapkan sistem transfer melalui bank untuk membayar kasus penilangan. Dikatakan oleh Kepala Kejari Kutim, Setiyowati bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan publik oleh Kejari Kutim secara transparan dan akuntabel. Hal ini bertujuan agar pelayanan publik bisa lebih tertib, amanah dan bebas KKN. Tidak hanya penilangan, namun barang bukti pun langsung dikembalikan ke pemiliknya. Selain itu pun dia mengiginkan agar seluruh staf tidak bersentuhan langsung dengan uang. “Sekarang apa-apa harus jelas, kasus tilang saja saat ini langsung transfer ke bank. Kalau barang sitaan dilelang secara terbuka dan uangnya langsung masuk ke kas negara,” kata dia saat diwawancarai di kantornya pada Selasa (14/1). Wanita berhijab ini mengatakan banyaknya hasil sitaan mulai dari kendaraan roda dua hingga enam truk langsung diamankan. Juga, mekanisme pelelangannya tidak dia ketahui secara gamblang. Barang rampasan tersebut berasal dari beragam pelanggaran, seperti sepeda motor hasil temuan, hingga kasus ilegal loging kayu hutan. “Barang rampasan sudah ada enam truk, lelang terbuka dan tertutup kerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), juga uang lelang langsung oleh negara. Artinya kami tahu pembeli dan pemenangnya siapa,” ungkapnya. Desember lalu, lanjut dia, pihaknya telah memasukkan anggaran ke rekening negara melebihi batasan. Menurutnya, hal ini akan terus ditingkatkan. “Alhamdulillah 20 Desember 2019 kemarin harga limit sebenarnya Rp 400 juta, tapi kami mengirim sebanyak Rp 700 juta,” paparnya. Setelah itu, pihaknya akan terus menindaklanjuti, agar seluruh barang bukti itu tidak lagi berserakan di kantornya. Dirinya pun juga akan meregister semua barang supaya Februari 2020 bisa diajukan. Hingga saat ini barang bukti yang tersisa di gudang Kejari Kutim berjumlah 30 motor dan 16 mobil. “Itu barang bukti kasus yang sudah jadi rampasan dari hasil putusan pengadilan dan nantinya dilelang. Tapi saya belum menerima laporan dari Kasi BB itu barang banyak dari kecamatan mana. Ke depan akan saya tingkatkan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *