Jauh Dari Kota, Perpustakaan Minim Pembaca

SANGATTA – Jarak perpustakaan daerah (Perpusda) yang tergolong jauh dari perkotaan digadang-gadang menjadi pemicu minimnya minat baca di Kutim. Jarak dari pemukiman ke perpustakaan harus menempuh perjalanan sekira 5-10 kilo meter. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan, Suriansyah menjelaskan dirinya menyadari minimnya peminat yang datang membuatnya harus memutar otak, agar literasi di seluruh kecamatan bisa berjalan. “Saya sudah bekerjasama dengan Polres dan Pengadilan Negeri Sangatta untuk membuat baca pojok baca. Hal ini saya rasa bisa menjadi salah satu alternatif,” ungkapnya saat diwawancarai pada Rabu (15/1). Sebab upaya lain seperti membuat perpustakaan di desa-desa yang pernah digalakkan pemerintah, tidak sepenuhnya berjalan lancar. Sepinya pengunjung nampak terjadi di empat UPT Perpustakaan yang tersebar di empat kecamatan se Kutim. “Kami bikin zona, di satu kecamatan bisa menghimpun kecamatan terdekat lainnya. Seperti Sangatta Utara, Sangkulirang, Muara Wahau dan Muara Bengkal, tapi tetap saja sepi,” terangnya. Setiap harinya, kunjungan masyarakat ke Perpusda tidak mencapai 10 orang. Suriansyah menyayangkan hal ini. Dia membandingkan dengan Perpusda yang ada di Bontang, Samarinda hingga Balikpapan yang sangat digandrungi warga. “Kalau di tempat lain saya lihat lokasinya dekat dengan pemukiman, makanya banyak pengunjung. Kalau di kami paling sehari tidak sampai 10 orang. Itupun didominasi pelajar aja” tuturnya. Pun dengan sistem digitalisasi yang belum mampu diterapkan oleh Kutim merupakan PR yang harus diselesaikan. Bahkan, menurutnya adanya alat digital yang ia miliki tetapi belum bisa terpasang karena websitenya belum ada. “Nanti kami upayakan apa-apa pakai digital. Saya juga ingin mengajak sekolahan untuk berwisata edukasi disini,” paparnya. Tidak hanya itu, buku yang tersedia pun sebagian besar masih stok lama, bahkan seperti diketahui, masih terpajangnya buku yang diinventarisasi sejak 2007 lalu. Sehingga minat warga untuk berkunjung sepertinya urung. “Buku juga masih stok lama, bersumber dari pengadaan maupun donatur. Kami akan upayakan buku yang disuguhkan agar lebih fresh. Sesuai dengan kebutuhan dan usia. Saat ini perpustaan umum, jadi bukunya pun masih campur,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *