OPD Wajib Belanja Bulanan di Pasar Induk

SANGATTA – Sebagai salah satu upaya meramaikan pasar untuk mendongkrak perekonomian di Kutai Timur (Kutim), Bupati Ismunandar mengintruksikan pada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berbelanja di Pasar Induk Sangatta Utara dengan anggaran minimal Rp 10 juta per bulan. Hal ini menurutnya mampu meramaikan pasar tradisional dan memutar roda omzet pendapatan daerah. “Ke depan, dinas-dinas harus belanja disini. Jadi pasar tradisional kita ramai pengunjung. Kalau begitu pasti ada perputaran uang,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (17/1). Beragam upaya akan dilakukan, salah satunya dengan pencatatan khusus sebagai absensi dari seluruh OPD agar mampu menjaga komitmen tersebut. Dengan membuat pembukuan tersendiri, menurut Ismunandar hal itu merupakan langkah yang efektif. “Khusus staf bisa dari Disperindag, mencatat setiap dinas mana yang optimal. Jika belanja sebulan di bawah standard akan ada catatan khusus untuk OPD itu,” tuturnya. Setiap bulan OPD diharuskan menyetor struk kepada staf pencatat, selain sebagai bahan bukti juga untuk upaya mengevaluasi. Baginya hal seperti ini sangatlah mudah terjangkau. Apalagi berbelanja merupakan keseharian untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Kalau satu orang beli Rp 100 ribu aja, terus pegawainya ada 100 orang ya kecil aja segitu. Asal mereka meramaikan disini,” jelas dia. Imbauan melalui Sekda pun gencar dilakukan. Menurutnya Sekda Irawansyah paham benar permasalahan pasar, dimana sebelumnya ia pernah menjabat menjadi Kadisperindag. “Sudah koordinasi juga sama Sekda. Nanti kita atur, dari catatan itu kelihatan ada yang belanja Rp 10 juga atau batasnya minimal Rp 5 juta standard belanja. Pokoknya wajib struk, jadi tidak bisa dipalsukan,” tandasnya. Dia juga meminta pada seluruh pedagang agar menyambut baik pedagang di pasar liar supaya bergabung untuk berjualan di dalam Pasar Induk. “Kebersamaanlah, supaya ramai biarkan mereka jualan masuk ke dalam sini semua,” pintanya. Demi kenyamanan konsumen, dirinya pun berencana pada bulan depan sudah adanya penyediaan kipas angin di dalam pasar, seperti yang telah dilakukan sejumlah pasar di Pulau Jawa. Hal ini juga menurutnya merupakan upaya menarik minat daya beli masyarakat. “Supaya masyarakat yang mau belanja betah, pasar juga harus dibuat senyaman mungkin,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *