Penipuan, Petinggi King Of King Diciduk Polisi

SANGATTA – Pasca ditangkapnya pelaku penipuan “King of King”, yang diungkap oleh Polres Kutim, menyisakan penyesalan dari korban, salah satunya Suharminto yang telah menyetor uang sebesar Rp 1.750.000 ke rekening tersangka.

Tidak sendiri, korban bersama tiga rekannya diketahui telah mendaftar di Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) sejak April 2019 lalu. Berdasarkan pengakuan korban, dirinya diminta untuk membayar sejumlah uang tersebut kepada pelaku bernama Zakaria yang saat itu menjabat sebagai Ketua IMD Kaltim.

Dijanjikan akan mendapat keuntungan yang digadang-gadang mencapai Rp 3 milyar pada Agustus 2019 itu, ternyata ia harus menelan pil pahit. Bukannya mendapat untung, korban justru telah tertipu.

Dikatakan oleh Kapolres Kutim, AKBP Indras Budi Purnomo melalui pres rilisnya, bahwa kepolisian telah mendapat aduan yang dilayangkan Suharminto. Tidak tinggal diam, pihak berwajib bergegas melakukan penyelidikkan di lima titik di Sangatta yang terindikasi telah tersebarnya spanduk King of King.

Usai memeriksa dua warga pentolan IMD itu, kepolisian sempat menetapkan Zakaria dan Buntoha sebagai saksi beberapa hari lalu, namun setelah dilakukan penyidikkan, akhirnya pada Kamis (30/1) polisi menetapkan kedua pimpinan King of The King tersebut sebagai tersangka.

“Salah satu, dari empat korban yang sudah melapor ke Polres Kutim, ada yang dijanjikan pengembalian uang pada Agustus tahun lalu, tapi sampai saat ini belum ada,” jelasnya.

Seperti diketahui, maraknya kerajaan baru di Indonesia akhir-akhir ini sangat diawasi secara ketat. Kasus penipuan mengatasnamakan kepentingan negara maupun agama semakin santer dan banyak menimbulkan korban, di Kaltim sendiri telah banyak peminatnya, tak tanggung-tanggung hingga sekarang sudah mencapai 93 simpatisan, bahkan 20 diantaranya berasal dari Kutim.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipastikan melakukan aksi penipuan terhadap banyak warga dan menimbulkan kerugian.

Akhirnya, Zakaria dan Buntoha dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 263 ayat (2) KUHP atau pasal 14 ke (2) atau pasal 15 undang undang RI nomor 1/1946 tentang peraturan hukum pidana. Dengan ancaman hukuman lima tahun pidana kurungan penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *