Belum Semua Pedagang Taat Aturan

SANGATTA – Sejumlah pedagang liar di ruas Jalan Dayung Sangatta Utara kembali mengabaikan teguran yang dilayangkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim. Padahal pihaknya telah melakukan sidak di 10 lapak liar dan memberi tenggat waktu untuk berjualan di dalam pasar sebelum 29 Januari 2020.

Kadisperindag Kutim, Zaini mengatakan dirinya telah memberi teguran, namun sampai saat ini hanya tiga dari 10 lapak ayam yang menaati aturan. Sebagian besar diantaranya masih berjualan dengan alasan menghabiskan stok lama.

“Kami sudah inspeksi ke lapangan ternyata masih ada yang buka, kami beri kesempatan dulu, kalau masih melanggar akan kami eksekusi,” tegasnya.

Zaini enggan jika menghabiskan stok nantinya menjadi alasan yang berlarut-larut. Tindakan tegas dengan melibatkan Satpol PP menurutnya merupakan solusi konkret. Sebab, dengan maraknya pasar liar, seluruh pedagang dalam Pasar Induk semakin khawatir.

Di tempat yang sama, Kepala UPT Pasar Induk Bohari menyampaikan dari 10 yang menjajakan ayam dagangannya di luar pasar, baru tiga yang sudah mengambil formulir dan mulai berjualan di dalam pasar.

“Kami juga merambah ke pedagang buah hingga bawang yang juga jualan di luar, sudah pada masuk. Jumlahnya ada sekira 20 pedagang,” jelasnya.

Sesuai prosedur, pihaknya telah mendata dan memberi formulir untuk puluhan pedagang itu agar berlaku adil. Terlebih slot lapak di dalam pasar menurutnya masih mumpuni menampung seluruh pedagang yang menjamur di kawasan itu.

“Kalau untuk yang ada di lingkungan pasar semuanya harus masuk. InsyaAllah lapak masih muat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *