Virus Corona Sebabkan Kelangkaan Masker

SANGATTA – Maraknya Virus Corona di Wuhan China membuat permintaan masker kian meningkat di Indonesia, termasuk di Kutai Timur (Kutim) salah satunya. Stok yang kian menipis menyebabkan kelangkaan dan membuat harga masker melonjak tinggi.

Seperti pantauan harian ini di dua apotek di Sangatta Utara mengalami kelangkaan. Petugas jaga menyatakan minimnya stok telah terjadi sejak dua hari lalu. Bahkan diantaranya benar-benar tak mempunyai stok untuk dijual lagi.

Salah satu penjaga apotek bernama Nurul mengakui penjualan masker pelindung ludes diborong. Hal ini karena merebaknya kasus virus corona menjadi ancaman. Sejumlah distributor yang biasanya memasok, kini kewalahan dan tidak lagi mengirim ke apotek-apotek.

“Harganya naik karena persediaannya susah. Ini sudah terjadi dari lusa. Masker di Samarinda dan Balikpapan kosong. Makanya beli di Kutim dalam jumlah banyak, akhirnya disini jadi kehabisan juga,” ungkap dia saat diwawancarai pada Jumat (7/2).

Tidak tanggung-tanggung, lanjut wanita berhijab ini, beberapa hari yang lalu apoteknya didatangi pembeli yang memborong masker. Kata dia, konsumen tersebut berencana mengirimkan pelindung itu ke Taiwan.

“Banyak yang cari, terus dikirim ke luar negeri. Tidak cuma dikirim ke Taiwan aja, tapi di daerah lain juga sudah pada cari, seperti Ketapang. Disana sudah langka sekali, sampai dikirim dari sini juga,” bebernya.

Di apotek lain, kata dia telah kosong, pasalnya distributor pun sudah mengalami kekosongan dan tidak dapat memasok. Daya jual melonjak, harga pun kata dia meningkat. Biasanya hanya berkisar Rp 30 ribu per pak, saat ini pihaknya menjual hingga Rp 50 ribu per pak.

“Harga yang saya jual masih standard. Di Samarinda loh ada yang jual sampai Rp 160 ribu per pak. Ini karena harga dari distributor sudah relatif mahal,” jelasnya.

Hal itu diakui oleh salah satu pelanggan dari Sangatta Selatan bernama Nani Indah yang kerap menjual masker di tokonya. Ia mengaku kesulitan mencari produk termasuk di apotek langganannya.

“Saya sampai mesti keliling, soalnya di apotek langganan juga dibatasi pembeliannya, harganya mahal pula. Biasa saya jual Rp 5000 isi tiga helai, sekarang sepertinya akan dijual lebih mahal,” keluhnya.

Dirinya berharap kelangkaan ini cepat diatasi. Sebab di Sangatta sendiri katanya sangat berdebu dan membutuhkan masker pelindung saat berkendara.

“Kalau jual masker itu pasti laku aja. Karena kita tahu sendiri kondisi udara disini bagaimana,” terang dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *