Mega Bazar Jadi Roda Ekonomi UMKM

SANGATTA – Memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi rakyat, Mega Bazar Pasar Induk semakin bergeliat untuk membangun dengan melibatkan puluhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Kutim.

Meski kerap dipandang sebagai sektor yang dianggap sebelah mata. Founder asosiasi pedagang kaki lima (Aspal) Kutim, Dimas Dimyati tidak henti-hentinya berupaya meningkatkan minat pelaku usaha untuk membuka peluang mendapat omzet yang lebih, dengan berjualan di Mega Bazar yang dilaksanakan sejak 29 Januari – 8 Februari 2020.

“Saya hanya ingin mendorong pengusaha UMKM agar dapat terus berinovasi dan memanfaatkan berbagai momentum, termasuk melalui bazar ini untuk memasarkan produknya,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (5/1).

Hal ini pun sekaligus menghibur warga Sangatta yang notabenenya masih kekurangan tempat berlibur. Sehingga menurut dia, dibanding warga menghabiskan akhir pekan untuk keluar kota, lelaki yang kerap dipanggil Boim ini mencoba membuat tempat berlibur alternatif selama 11 hari lamanya.

“Aspal hadir untuk menyemarakan Sangatta, supaya saat liburan tidak bingung lagi mau kemana. Bisa datang ke sini sambil berbelanja,” terang dia.

Dia mengakui kegiatan ini merupakan kali dua pelaksanaan setelah Bakul Fest berlangsung di Kantor Kecamatan Sangatta Utara belum lama ini. Menurutnya, penggiat UMKM Kutim memiliki beragam kemampuan yang layak bersaing di kabupaten tersebut.

“Lagi-lagi, anggaran ini murni dari dan untuk UMKM yang terlibat,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Kutim, Ismunandar sangat mengapresiasi agenda yang dilaksanakan oleh Aspal. Kata dia kegiatan seperti ini jarang dilaksanakan di Kutim. Apalagi anggaran yang dikucurkan murni dari pelaku usaha dan dialokasikan pula untuk perserta itu sendiri.

“Aspal ini hebat, mereka bisa menyelenggarakan pesta se mewah itu tanpa minta dana dari pemerintah,” ujar orang nomor satu di Kutim.

Ismu – sapaan akrabnya, berharap kegiatan yang mampu mendongkrak perekonomian daerah seperti ini bisa semakin berkembang dan menyasar ke kecamatan lainnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Zaini menegaskan kegiatan ini murni teranggarkan dari Aspal. Dirinya menginginkan Mega Bazar mampu menjadi ujung tombak bagi seluruh pedagang di Sangatta. Hal ini pun merupakan upaya untuk menghidupkan daya beli di pasar tradisional, agar banyak pengunjung.

“Sudah disiapkan 95 lapak, Alhamdulillah saat ini terisi 90. Ini membuktikan pedagang disini sangat berantusias untuk memajukan pendapatan Kutim,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *