Dana RT Tetap Cair di Kecamatan

SANGATTA – Polemik yang beredar di kalangan RT perihal penghapusan dana operasional ditepis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah. Menurutnya anggaran tersebut akan tetap diberikan pada sejumlah desa.Seperti diketahui, setahun terakhir dua kecamatan di Kutim telah dicoba untuk penyaluran dana RT sebesar Rp 50 juta yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan warga.”Jika informasi dana RT simpang siur, saya nyatakan itu akan tetap ada. Tidak ada dihapus. Lagipula setahun kemarin kan sudah berjalan,” ungkapnya.Kata dia, anggaran ini sangat membantu. Meski baru dicoba di dua kecamatan, Irawan mengatakan hal ini mampu menyasar ke 18 kecamatan se Kutim.”Di daerah lain yang belum kebagian, sementara masih diberi anggaran pembangunan desa. Saka aja, itu bisa digunakan untuks keperluan yang sama,” tuturnya.Ketua RT 32 Sangatta Utara, Khoirul arifin menyampaikan dirinya sempat mendapat kabar yang beredar perihal penghapusan dana operasional RT. Hal ini kata dia sangat mengecewakan. Sebab setahun terakhir warganya telah memanfaatkan dana itu untuk kepentingan bersama.”Ini komitmen pemerintah sejak awal menjabat. Kami sangat kecewa kalau sampai hilang. Karena memang banyak manfaatnya,” tuturnya.Dana itu hingga saat ini baru menyasar di kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Sejauh ini telah digunakan untuk pembangunan jalan, lingkungan, sarana-prasarana, posyandu, maupun musola.”Banyak pembangunan Dinas PU maupun Perkim yang tidak menyentuh masyarakat, sehingga dana RT ini bisa digunakan untuk itu,” jabarnya.Kata dia, adanya dana RT membuat biaya dapat terpangkas lebih murah. Sebab pengerjaan proyek perbaikan jalan rusak maupun penataan lingkungan dirasa lebih efisien jika dikerjakaan dengan swakelola.”Kalau dianggarkan dinas biasanya lebih mahal. Misal bisa mencapai Rp 100 juta. Tapi kalau kami swakelola kan bisa lebih hemat,” paparnya.Jika di Kutim sendiri, lanjut Arifin jumlah RT mencapai 600 lebih. Sehingga pemerintah masih memprioritaskan kawasan kota yang jumlahnya masih dapat tercover.”Banyak RT yang protes kalau dihapus. Mudahan bisa nyasar ke kecamatan lain juga. Pasti rata-rata digunakan untuk lingkungan, misal jalan becek atau parit mampet,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *