Kutim Marak Informasi Hoaks Corona

SANGATTA – Kali kedua, pemilik Rumah Sakit (RS) SOHC Sangatta Utara, Uce Prasetyo membantah adanya pengidap virus corona yang dirawat. Pasalnya, hingga hari ini informasi tidak bertanggung jawab itu merebak di sosial media.

Dirinya menegaskan, jika RS miliknya tidak masuk daftar penanganan pasien corona. Untuk kedua kalinya, sosial media dihebohkan dengan adanya pengobatan pasien di lantai tiga.

“Enggak ada, Info dari mana. Hoaks,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu (19/2).

Sesuai keputusan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, hanya empat RS yang dipusatkan menjadi tempat rujukkan, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Paser. Kutim bukan bagian dari penanganan kasus tersebut.

“Dinkes Kaltim sudah memutuskan RS rujukan untuk kasus corona yaitu RS AWS Samarinda, RS Kanujoso Balikpapan, RSUD Taman Husada Bontang dan RS Kabupaten Paser. Di Sangatta tidak ada RS yg ditunjuk,” beber anggota DPRD Kutim ini.

Jika pun ada pasien yang diduga terindikasi kasus corona, kata Uce tidak mungkin dirawat di RS nya. Sebab, telah ada medis khusus dalam upaya penyembuhan di Kaltim. Yakni dengan merujuk ke salah satu RS tersebut.

“Pasti kami kirim, karena itu perlu penanganan khusus, baik petugas maupun pasien lainnya,” tandasnya.

Dia mengakui dengan berjalannya teknologi, terlebih era digitalisasi media sosial, membuat peredaran informasi meluas dengan kilat. Tidak terhindarkan sering tersusupi hoaks di dalamnya.

“Itu info tidak bertanggungjawab saja. Saya harap masyarakat tidak resah,” ujar dia.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutim, Bahrani Hasanal mengatakan di Kutim tidak ada RS khusus untuk pengobatan virus itu.
Hanya saja jika ada pasien, berobat saja seperti pasien lain.

“Cuma kalau sudah tahu corona, harus ada protap khusus yang dijalankan. Tapi sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada pasien itu,” jelas dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan di Indonesia belum ditemukan kasus tersebut. Terlebih di Kutim. Namun hal ini tidak lepas dari penagawasan pihaknya.

Sebelumnya, percakapan melalui pesan singkat WhatsApp beredar di Sangatta. Lagi-lagi menunjuk RS SOHC melayani pasien corona. Hal ini jelas meresahkan sebagian warga yang merasa terancam. Salah satu warga yang enggan disebut namanya rela menahan sakit dan membatalkan diri untuk berobat, semata agar tidak tertular virus yang sedang merebak itu.

“Tadi sore rencana mau ke SOHC, tapi dengar kabar itu dari salah satu dokter, batal deh. Isunya ada WNA yang positif dirawat di lantai 3, karena RSUD menolak,” terang dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *