Ada Macan Di Objek Wisata Gunung Embun

Puncak gunung Boga, yang saat ini lebih viral dengan sebutan nama Gunung Embun merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Paser, dan puncak gunung tersebut (gunung Boga) masuk dalam nominasi anugerah pesona Indonesia kategori dataran tinggi terpopuler, sebuah penghargaan yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menuju puncak gunung Boga (Gunung Embun), bisa dilewati melalui simpang tiga Lolo, sekitar 30 menit perjalanan dari Tanah Grogot. Sesampainya di simpang tiga tersebut, bisa berbelok  ke arah kiri, hingga sampai pada sebuah desa, bernama Desa Luan.  Jika perjalanan lancar dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari simpang Lolo ke desa luan dimana objek wisata gunung embun berada.

Grup Macan kumpulan para Mamak-mamak Cantik dari alumni ’88 sekolah SMPN 1 Balikpapan dalam kegiatan menutup akhir tahun 2020 memprakarsai acara piknik bahagia “Macan’s On The Top Gunung Embun” (14.12.2020).
Perjalanan dimulai pukul 16.00 dari Balikpapan menggunakan layanan travel dengan 2 kendaraan setiap kendaraan (7 penumpang/kendaraan) biaya sudah termasuk untuk tiket kapal Fery pulang pergi Balikpapan – Penajam dimana peserta juga mendapatkan 1 kali makan dan tenda camping untuk bermalam.

Sebanyak 14 orang peserta Piknik Bahagia Macan’s On The Top Gunung Embun menelusuri perjalanan menuju puncak dengan penuh perjuangan, namun demikian justru hal itu membuat perjalanan tersebut menjadi sangat berkesan, sebagaimana diungkap dalam postingan Facebook Iin istanti “Untuk smpai ke sini betul2 butuh prjuangan para mamak2 strong….dri medan jalan yg subhanallah bikin mobil lepas kendali krn jalan tanah lempung…bikin mobil pecah ban d tengah malam d hutan sawit doong…yg pastiny bikin kita ngerik2 sedep getoh…yg bikin kita turun jalan kaki supaya mobil tdk tersangkut krn jalan yg msih tdk brsahabat….btw anyway…so happy ketika  keesokan hariny kita dapatkan kabutnya yg MashaAllah…nikmat Tuhan mana lagi yg kamu dustakan….kerewnnn”, demikian unggahan postingan yang dikomentari diantaranya oleh akun Novia Fitriani yang menyebut “kereeeeen……masyaa allah….kebayaaar capek dan perjuangannya ye maaak….

Perjalanan ditempuh kurang lebih 7 jam sampai di gunung embun sekitar pukul 11 malam, cukup melelahkan dimana kurang lebih 1 jam  masuk didaerah perkebunan sawit dilalui jalan bebatuan dan Medan licin dibeberapa tempat sehingga beberapa kali penumpang harus turun dalam suasana gelap perkebunan sawit sebagaimana salah satu peserta Ida Rosida dalam komentarnya di postingan akun Facebook Iin istanti mengatakan “Sedep2 gimana gitu ya ….ditambah bulu kuduk PD berdiri ..luar biasa makx macan❤️❤️❤️”.

Di puncak gunung, pengunjung bisa menikmati minuman dan makanan di warung sederhana milik warga setempat. Warung itu tempat yang biasa disinggahi wisatawan yang datang ke puncak gunung, namun sangat disayangkan seiring banyaknya wisatawan yg berkunjung di sekitar sisi gunung banyak ditemui sampah2 bertebaran, disinilah perlunya kesadaran para pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan karena seberapa indahnya pesona alam jika sampah dimana-mana akan merusak keindahan menjadi tidak indah dipandang mata, para pengelola khususnya para pedagang’pun seharusnya memperhatikan hal ini agar keindahan alam tetap terjaga dari sampah-sampah wisatawan bukan hanya mengambil keuntungannya saja dari para pengunjung yang datang.

Setiap hari, ratusan pengunjung mendatangi puncak Gunung Embun untuk menyaksikan fenomena embun (Kabut) putih yang menutupi sekitar gunung layaknya negeri di atas awan.

Negeri di atas awan. Tak berlebihan jika kami menyebutnya demikian. Karena setelah kami turun dari puncak, kami sangat merindukan momen itu dan entah kapan kami bisa kembali berada di sana semoga ketika kami kembali kesana akses jalan sudah lebih baik dan  destinasi wisatanyapun sudah dikelola dengan profesional sehingga dapat menjadi salah satu objek wisata nasional andalan di Kalimantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *